Lama Theg Chog: Jadi Biarawan Di Usia 13 tahun

      lama21.jpg             lamaa1.jpg 

Hidup dalam lingkungan keluarga yang religius membuat Lama Theg Chog sudah mengenal ajaran Budha dengan aliran Tantrayana sejak kecil. Nilai-nilai agama Budha begitu merasuk dalam jiwanya, hingga akhirnya dia berkeinginan menjadi seorang biarawan. 

Kesempatan untuk menjadi biarawan akhirnya terbuka. Pada usia 13 tahun, Lama memutuskan masuk Biara dan memulai hidupnya yang baru. Sebuah pilihan yang cukup berat, sebab pada umumnya usia belasan tahun merupakan masa pencarian identitas. 

Meski sebagian besar masa kecilnya banyak dihabiskan di Biara, namun tidak membuat Lama patah semangat. Sebaliknya, dia bahagia berada di lingkungan Biara. “Kehidupan di Biara adalah kehidupan yang membahagiakan. Bersama biarawan-biarawan muda lainnya, saya belajar membaca, menulis, dan bermain musik dalam bahasa Tibet,” katanya saat menjadi narasumber Cross Culture di radio JJFM, Kamis (6/9). 

Sedikitnya ada 250 biarawan muda atau biasa disebut Bhiksu atau Thawa yang belajar bersamanya di Biara. Mereka dibimbing oleh 2 guru, dan sebulan sekali diadakan Upacara Keagamaan ‘Puja’ di kuil mereka. Untuk menjadi seorang Lama, Bhiksu atau Biarawan itu harus mengikuti retreat selama 3,5 tahun. 

Setelah menjadi Lama, dia berkesempatan mengunjungi beberapa negara, salah satunya Indonesia. Selama hampir 3 tahun berada di Indonesia, dia mengabdikan dirinya di Vihara Triyana Dharma Center di kawasan Bukit Darmo Surabaya. Tidak hanya Surabaya, Lama juga kerap mengunjungi Bandung, Medan, Bali, dan Magelang untuk melihat Candi Borobudur. Dari semua kota yang pernah disinggahi, Lama sangat terkesan dengan keberadaan Candi Borobudur. “Borobudur merupakan tempat suci bagi umat Budha. Saya jadi ingat dengan desa saya di Nepal. Disana juga banyak petani, sungai, sawah, dan gunung,” kisah pria kelahiran Manang, Nepal itu. 

Lama lantas mengisahkan keadaan di desa asalnya. Manang terletak di pegunungan Himalaya yang berada tidak jauh dari Tibet. Desa ini banyak dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia, terutama yang ingin mendaki di Himalaya. Banyak juga wisatawan asing yang sengaja datang untuk menikmati keindahan pemandangan desa dan budaya setempat. Lagipula, di Manang banyak terdapat kuil yang sering mengadakan upacara keagamaan. 

“Penduduk di desa sangat religius. Di Nepal saja, rata-rata ada 2-3 kuil di setiap desa. Penduduk juga sering mengundang guru dari desa-desa lain untuk mengajar tentang agama Budha, dan  praktik-praktik upacara keagamaan,”jelasnya.  

Sebagian penduduk Manang adalah warga keturunan Tibet. Karenanya, tak heran kalau terdapat kuil-kuil maupun sekolah-sekolah khusus untuk keturunan Tibet di desa yang terkenal dingin itu. “Kalau tidak percaya, datang saja saat musim panas atau musim semi karena Anda dapat melihatnya dari ketinggian. Tapi, kalau Anda datang saat musim dingin atau gugur, tidak akan ada penerbangan karena cuacanya tidak memungkinkan,” sarannya. 

Kalau sudah begitu, satu-satunya cara agar bisa ke Manang yaitu melalui jalan darat dengan menggunakan bis dari Kathmandu menuju Bisiser selama sehari penuh. Lalu, dilanjutkan dengan berjalan kaki ke desa Manang selama 5-6 hari. Namun, kalau dengan menggunakan pesawat terbang hanya membutuhkan waktu 25 menit dari Kathmandu. 

Meski sulit dicapai, Lama menuturkan bahwa masih ada saja wisatawan asing yang berkunjung ke Manang pada musim dingin. Mereka sengaja datang untuk melihat salju yang tebalnya mencapai 5 kaki. 

Satu hal yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Manang, yaitu jangan lupa mencicipi Teh Biarawan Tibet atau Teh Tibet yang sangat terkenal. Teh ini terbuat dari campuran mentega, teh, garam, susu, dan air. Minuman eksotis ini berkhasiat memberi tambahan tenaga dan menghangatkan tubuh. (lee)  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: