Asuransi Lokal Dituntut Bersaing Dengan Asuransi Asing

Keberadaan asuransi kini bukan lagi sebagai investasi, tapi sudah menjadi kebutuhan, terutama untuk asuransi jiwa. Peluang inilah yang coba dimanfaatkan para pelaku usaha asuransi untuk menciptakan berbagai varian dan kemudahan dalam ber-asuransi. 

Tidak hanya perusahaan asuransi lokal, perusahaan asuransi asing juga ikut dalam tersaingan tersebut. Keadaan inilah yang harus disiasati agar perusahaan asuransi lokal tidak terpuruk. “Sebagai lembaga asuransi, seharusnya keberadaan mereka justru memotivasi kita agar bisa bertahan di negeri sendiri,” tegas Sumarno, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia-Jatim kepada reporter JJFM, Rabu (31/10). 

Diakui bahwa keberadaan perusahaan asuransi asing sebaiknya tidak hanya dilihat dari segi persaingan, tapi belajar dari teknologi dan jaringan yang mereka gunakan. “Kita ambil sisi positifnya aja, karena secara teknologi dan jaringan, mereka itu lebih unggul. Kita harus belajar dari mereka,” tambahnya. 

Sumarno juga tidak menampik bahwa untuk menjaring pasar, dibutuhkan kemampuan untuk menawarkan produk yang bervariasi. Dengan demikian, konsumen akan memiliki banyak pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan. (noe)

Advertisements

Kawasan Bodri, Potensi Wisata yang Terpendam

Berbekal rasa cinta terhadap barang-barang antik, Ade Supriadi lantas mengawali karirnya dengan berjualan barang antik sejak 1970. Semula, pria asal Bandung ini hanya menjual barang antik sesuai seleranya. Namun, seiring perjalanan waktu, permintaan dari pelanggan makin bertambah, terutama untuk barang sejenis lampu gantung, jam, maupun gramophone. 

Jadilah kini kiosnya yang hanya berukuran 3×4 meter banyak dipenuhi berbagai barang antik. Diantara barang-barang yang rata-rata berusia satu abad itu, keberadaan lampu gantung tampak paling menonjol. Hampir di semua sudut ruangan dipenuhi dengan lampu buatan Eropa itu. Salah satunya lampu gantung putih seharga Rp 14 juta itu merupakan salah satu lampu yang paling banyak dicari. Selain bentuknya yang unik, lampu tersebut juga hemat energi. “Untuk menyalakan tidak perlu bantuan listrik, tapi cukup dengan menarik kedua bandulnya,” kata Ade dalam talkshow Panduan Konsumen di radio JJFM, Rabu (24/10). 

Ada juga gramaphone dari Swedia yang berusia sekitar 80 tahun. Bentuknya juga masih asli dan terawat dengan baik. Tak heran jika banyak wisatawan asing yang berburu gramophone di kios milik Ade. “Biasanya yang suka cari gramophone disini itu turis asing. Mesinnya masih dan bagus dan masih bisa digunakan, tapi biasanya gramophone ini hanya sebagai pajangan,” tambahnya. 

Selain itu, ada juga jam dinding yang menempel di salah satu dinding ruangan. Namanya jam kikuk. Sesuai dengan namanya, di bagian atas jam ada patung seekor anak ayam yang berkicau setiap jam sebagai penanda waktu. Cara beroperasi jam kikuk hampir sama dengan lampu gantung, yaitu dengan menarik bandul yang menggantung pada jam tersebut. “Ada yang ditarik setiap 24 jam, ada juga yang ditarik seminggu. Jadi, pemiliknya harus rajin. Kalau tidak ditarik, jam-nya tidak akan nyala,” kata Ade. 

Diakui bahwa keberadaan barang antik seringkali menjadi incaran para kolektor. Bahkan tidak sedikit yang rela mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Kesempatan inilah yang banyak dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab dengan menjual barang antik yang palsu. Ade lantas membagikan tips untuk mendapatkan barang antik yang asli. “Barang yang tiruan biasanya masih baru, bentuknya lebih kasar, terlihat mengkilap, dan tidak dilengkapi dengan katalog. Tapi kalau barang yang asli usianya lebih tua, lebih halus, tidak terlalu mengkilap, dan dilengkapi dengan katalog,” saran Ade. Selain itu, harga jual barang asli biasanya lebih murah dibandingkan yang asli. 

Meski kiosnya dipenuhi barang antik dengan harga jual cukup tinggi, ternyata tidak membuat Ade berpuas diri. Sebaliknya, Ade justru ketakutan kalau sewaktu-waktu Pemkot menggusur kiosnya. Bisa Jadi, sebab hingga saat ini dia belum memiliki kios tetap. “Dulu, saya pernah berjaualan di kawasan Panjang Jiwo, lalu pindah ke Blauran dan sekarang disini,” ungkap pria yang sudah 5 tahun menempati kios di Jl. Bodri, Surabaya. 

Ade berharap agar pemerintah memberikan tempat yang layak bagi para pedagang barang antik. Sebab, secara tidak langsung, keberadaan pedagang barang antik seperti dirinya dapat menarik minat wisatawan. Jika dikelola dengan baik, maka Surabaya akan memiliki tambahan obyek wisata seni. (noe)     

Hipertensi dan Ginjal Saling Pengaruhi

Tekanan darah dan ginjal saling mempengaruhi. Tekanan darah yang tidak normal bisa menjadi penyebab gangguan pada ginjal. Sebaliknya, ginjal yang terganggu dapat memicu terjadinya masalah pada tekanan darah.            

Idealnya tekanan darah seseorang di kisaran 120/80. “Sampai 130/85 masih bisa ditoleransi. Namun, bila lebih dari itu sudah termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi,” kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam rangkaian talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (25/10).

Salah satu dokter senior itu menjelaskan, hipertensi berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal. Peredaran darah pun terganggu. Kondisi itu memicu terjadinya penjendalan dan penyumbatan pembuluh darah. Dalam batas tertentu, otak akan terserang dan penderita akhirnya mengalami stroke.

Untuk mencegah terjadinya hal itu, sedini mungkin setiap orang idealnya menyadari adanya faktor-faktor risiko. Seseorang yang salah satu atau kedua orang tuanya menderita gangguan ginjal perlu waspada. Begitu pula bila ia memiliki garis keturunan gemuk.

“Jauhi kebiasaan mengonsumsi makanan berkalori tinggi yang tidak seimbang dengan pembakarannya, meminum alkohol, dan merokok,” ingat dr Djoko. Ketidakseimbangan antara waktu istirahat dan bekerja juga merupakan faktor risiko penyakit ginjal.

Menyitir ucapannya dalam talkshow sebelumnya, dokter yang berpraktik di Siloam Hospital (dulu RS Budi Mulia) Surabaya itu menegaskan bahwa penyakit tidak diturunkan secara random. Tuhan menurunkannya pada orang-orang yang berisiko, yaitu yang gaya hidupnya tidak sehat. Jadi, kesehatan juga harus diupayakan dengan berbagai cara.  

Talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat mengudara di radio JJFM setiap Kamis pukul 18.00-19.00. Selama talkshow berlangsung, pendengar dapat berinteraksi melalui nomor 031-5483320 atau SMS ke 0815 555 0123. (lee)

Terminal Kayu Masih Sebatas Wacana

Rencana pembangunan terminal kayu di Jawa Timur sejauh ini masih sebatas wacana. “Sebetulnya kami mendukung rencana pemerintah untuk membangun terminal kayu, apalagi persediaan kayu makin terbatas. Tapi, kenyataannya sampai sekarang belum ada realisasi,” tegas Rudi Asparin, pengusaha mebel di kawasan Sepanjang, Sidoarjo kepada reporter JJFM, Senin (29/10). 

Diakui bahwa wacana ini sebenarnya sudah digulirkan cukup lama. Bahkan Gubernur Jawa Timur, H Imam Utomo pernah menjanjikan bahwa tahap awal pembangunan akan dilakukan pada awal tahun 2008 dan berlokasi di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Tapi hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda adanya rencana pembangunan. 

Semula, terminal ini diharapkan mampu membantu pengusaha kecil dan menengah dalam mencari bahan baku kayu untuk industrinya. Mereka tidak perlu mencari sampai luar pulau dan mengeluarkan biaya tinggi untuk transportasi. Namun, hanya datang ke terminal kayu untuk memilih dan memesan kayu yang dibutuhkan.  

Terminal ini nantinya juga akan menampung kayu-kayu yang statusnya illegal, baik yang berasal dari barang sitaan maupun barang bukti hasil curian. Tapi, setelah keluar dari terminal, statusnya akan berubah menjadi kayu legal. Karena, selama di dalam terminal, pemerintah akan mengurus dan melengkapi bukti administrasinya sehingga tidak perlu membuat pengusaha dan pembeli takut.  

Rudi khawatir jika rencana pembangunan terminal kayu nantinya hanya berupa wacana, karena itu justru akan merugikan UKM. Apalagi saat ini banyak pengusaha mebel yang kesulitan mendapatkan bahan baku kayu. Dengan kondisi ini, Rudi berharap agar Pemerintah Propinsi Jawa Timur segera menindaklanjuti kelangsungan hidup para pengusaha kecil dan menengah yang membutuhkan kayu sebagai bahan baku industrinya. (noe) 

Kebugaran Tubuh Tergantung pada Aktivitas Setelah Bekerja

Kebugaran tubuh seseorang tidak dapat dilihat dari penampilan fisik semata. Namun dari pola hidup, pola makan, dan aktivitas. “Seseorang dapat dikatakan bugar jika dia masih bisa beraktivitas setelah jam kerja. Jadi, kalau setelah jam kerja sudah merasa capek dan tidak bisa beraktivitas artinya kurang bugar,” kata Yohanes Sunardi, Healthy and Fitness Consultant Atlas Sports Club dalam talkshow promo di radio JJFM, Rabu (24/10). 

Diakui bahwa tidak mudah membuat tubuh agar tetap bugar. Dibutuhkan kedisiplinan dalam menjaga pola makan dan olahraga. “Bagi Anda yang berusia diatas 35 tahun sebaiknya mengurangi konsumsi karbohidrat dan jangan tergoda untuk mencicipi seluruh hidangan saat jamuan makan malam. Satu hal yang harus diperhatikan yaitu rajin berolahraga,” saran pria berbadan tegap itu. 

Yohanes juga tidak keberatan jika ada yang melakukan diet untuk mengatur pola makan, asalkan didampingi oleh ahli gizi. Sebab, diet tanpa pengawasan ahli gizi justru dapat mengganggu kesehatan. Selama ini masyarakat melakukan diet hanya untuk menurunkan berat badan. Akibatnya, badan menjadi kurus dan tidak indah. Padahal tujuan diet sebenarnya adalah untuk mengurangi lemak terutama di pinggul dan dada.  

Begitu juga dengan olahraga. Berolahraga dalam waktu lama dapat memicu kebosanan. Untuk menyiasatinya, ciptakan suasana yang menyenangkan saat berolahraga. Kesan semacam ini dapat ditemukan di sebuah pusat kebugaran yang berada di Surabaya dan Malang, yaitu Atlas Sport Club. Selain menampilkan suasana yang nyaman dan menyenangkan, Atlas Sports Club juga menjadi pusat olahraga bagi seluruh anggota keluarga. 

Ada lebih dari 100 peralatan fitness yang dapat digunakan, lapangan basket luar ruangan, arena latihan tinju, billiard, jogging track sepanjang 300 meter, 5 meja tenis meja, 3 arena squash, sauna, maupun kolam renang dengan sstem ozone. Bagi anak-anak, disediakan kolam renang anak dengan luncuran (waterslide) dan arena bermain. Bagi pengunjung yang ingin memulihkan cedera juga diaakan pilates untuk memulihkan cedera, berbagai kelas kebugaran, dan aerobic yang diiringi dengan musik country untuk pembentukan tubuh, yoga, salsa, maupun taebo. 

Tidak hanya kenyamanan, Atlas Sports Club juga memperhatikan keamanan pengunjung. Ini terlihat dari tersedianya fasilitas locker yang dijamin keamanannya, sehingga pengunjung dapat bebas berlatih tanpa mengkhawatirkan barang bawaannya. 

Atlas Sports Club buka setiap hari termasuk Minggu dan hari besar. Untuk kolam renang buka sejak pukul 05.30-18.00. Sedangkan untuk pusat kebugaran (fitness center) buka pukul 05.30-21.30 (Senin-Jumat), 05.30-18.00  (Sabtu), 05.30-14.00 (Minggu), dan 05.30-12.00 (hari besar). 

Untuk informasi lebih jelas, dapat mengakses www.atlassportclub.com. Bisa juga langsung ke Atlas Sports Club Surabaya: Jl. Dharmahusada Indah Barat III/64-66, telp. (031) 5961313. Untuk Anda yang tinggal di Malang, Atlas hadir di Jl. Istana Dieng II, Club House Istana Dieng, telp. (0341) 556125, 556126. (lee) 

Harga Mebel Rotan Melonjak Akibat Kesulitan Bahan Baku

Keterbatasan persediaan bahan baku rotan berdampak terhadap kegiatan produksi industri rotan. Mety, pengrajin mebel rotan di Jl. Ngagel Jaya, Surabaya mengaku bahwa kegiatan produksinya terhambat dan terjadi kenaikan harga mebel rotan 10 hingga 15 persen. 

“Mencari bahan baku rotan saat ini sangat sulit. Padahal rotan yang saya pakai bukan yang kualitas ekspor, tapi rotan biasa. Kalau dibiarkan terus, bisa-bisa produksinya terhambat,” kata Mety kepada reporter JJFM, Senin (29/10). Sebagai langkah antisipasi, Mety terpaksa menaikkan harga jual mebel rotan yang diproduksinya, 10 sampai 15 persen. 

Mety berharap agar pemerintah segera mencari solusi untuk mempermudah mereka mendapatkan rotan. Sebab, jika tidak, akan mempengaruhi pendapatan mereka dan ada kemungkinan jumlah pengangguran akan makin tinggi. (noe)  

Gemuk? Awas Kena Ginjal Kronik!

Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu faktor risiko penyebab penyakit ginjal kronik. Timbunan lemak karena kegemukan dapat mengganggu lapisan pembuluh darah. Berarti pula, berpotensi mengganggu ginjal yang notabene merupakan gelung darah.            

“Akibatnya kualitas darah juga terganggu. Agar tidak semakin parah, seseorang yang gemuk harus menciptakan keseimbangan tubuh. Sebaiknya gunakan cara nonfarmakologi,” kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (18/10).           

Yang dimaksud dengan nonfarmakologi, lanjutnya, berarti tidak menggunakan obat-obatan sama sekali. Pada tahap awal seseorang yang kegemukan dapat berupaya menurunkan berat badannya sepuluh persen. Caranya dengan berolahraga dan mengubah gaya hidup. Misalnya, mengurangi makanan yang manis maupun asin dan meningkatkan konsumsi makanan kaya serat. Hentikan pula aktivitas merokok dan kebiasaan buruk lainnya.            

Satu hal yang perlu diingat, ujar dr Djoko, “Menurunkan berat badan harus bertahap. Mengurangi berat sepuluh kg memerlukan waktu sampai setahun. Penurunan berat badan secara drastis justru berdampak buruk terhadap kesehatan.” Diakuinya, menurunkan berat badan bukan hal mudah. Diperlukan tekad dan upaya kuat.            

Kapan seseorang dikategorikan gemuk? Ada beragam cara untuk menentukannya. Misalnya, dengan memperhatikan berat badan relatif dan indeks massa tubuh (body mass index). Cara paling sederhana adalah mengukur lingkar perut. Untuk ukuran Indonesia, batas atas lingkar perut laki-laki 90 cm dan wanita 80 cm. Bila lingkar perut Anda lebih dari itu, berarti Anda termasuk gemuk. (lee)