Penghasilan Istri Lebih Besar, Rentan Perselisihan

Karir istri yang lebih cemerlang daripada karir suami, terkadang menimbulkan suara sumbang dari lingkungan. Tidak hanya lingkungan kerja, tapi juga lingkungan keluarga. Bahkan suara sumbang itulah yang terkadang memicu perselisihan antara suami dan istri. 

“Sebenarnya semua bisa diselesaikan selama komunikasi antara suami dan istri terjalin dengan baik,” tegas Haryono, dari Pusat Konseling dan Pengembangan Pribadi UK Petra saat menjadi narasumber Family Life di radio JJFM, Kamis (27/9). Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi sejak awal pernikahan hingga sekarang tentang apa saja konsekuensi yang dihadapi jika penghasilan istri lebih tinggi dari suami. 

Diakui bahwa seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan hidup, kaum wanita tidak lagi  sebagai makhluk yang hanya berkutat di dapur dan mengurus anak. Mereka juga punya hak dan kesempatan untuk meniti karir sebagaimana layaknya seorang pria. Bahkan tak jarang penghasilan yang mereka terima melebihi kaum pria.  

“Ini adalah hal yang wajar, selama si istri dapat menempatkan diri, kapan dia harus berperan sebagai wanita karir dan kapan dia harus berperan sebagai istri dan seorang ibu,” tambahnya. Misal, sebagai seorang pimpinan di kantor, si istri dituntut untuk tegas dalam mengambil keputusan dan mengatur kinerja anak buah. Tapi ketika dia berada di rumah, dia harus sadar bahwa pimpinan rumah tangga tetap ada di tangan suami. Betapapun tingginya jabatan di kantor, di rumah dia adalah istri yang harus menghargai suami. Suami juga harus berbesar hati kalau karir istrinya memang lebih tinggi. 

“Meski di kantor, dia adalah pimpinan yang mengambil keputusan, tapi saat di rumah dia harus mendiskusikannya pada suami. Jangan memutuskan sendiri tanpa persetujuan suami, terutama untuk masalah anak. Semakin banyak istri bertanya pada suami, maka suami akan merasa dihargai,” papar Haryono. Lebih jauh dijelaskan, kesenjangan penghasilan suami dan istri sebenarnya dapat ditutupi dengan saling menyayangi dan menghormati antara suami dan istri. Inilah yang sebenarnya paling penting dalam rumahtangga.  

Namun, permasalahan biasanya muncul ketika ada suara sumbang dari lingkungan sekitar. Masyarakat seringkali menilai negatif pada suami yang penghasilannya di bawah istri. Ini dapat disiasati jika suami dan istri dapat menunjukkan keharmonisan rumah tangganya. 

Permasalahan lain yaitu finansial. Uang adalah masalah yang sensitif. Haryono menyarankan agar pasangan suami istri tidak membuat pembagian penghasilan dengan menyebut ‘uangku’ dan ‘uangmu’. Penghasilan yang mereka peroleh sebaiknya dikelola dengan baik untuk kepentingan keluarga. “Jadi, istri jangan beranggapan penghasilannya adalah milik sendiri, karena semua penghasilan adalah untuk keluarga,” sarannya. 

Mengingat banyak permasalahan yang muncul, maka ada satu hal yang harus diperhatikan pasangan suami istri, yaitu komunikasi. Bila perlu, gunakan pihak ketiga sebagai penengah untuk masalah yang berat. (lee)              

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: