Bugar Sepanjang Hari Selama Puasa

caption-nero.jpg

Puasa bukan berarti membuat tubuh menjadi lemas dan produktivitas turun. Sebaliknya, puasa justru membuat kita semangat dan produktif. Salah satu cara untuk menjaga agar ibadah puasa tidak mengganggu aktivitas, yaitu dengan mengatur asupan gizi yang dikonsumsi. Pesan itulah yang disampaikan dr. Hasan Halilintar, Konsultan Medis dalam talkshow promo Neurobion di radio JJFM, Senin (1/10). 

Diakui bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan yang berarti baik saat puasa maupun tidak puasa. Berkurangnya frekuensi makanan dan minuman yang dikonsumsi berdampak terhadap penurunan metabolisme tubuh dan menurunnya energi yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas. “Tapi biasanya, penurunan ini hanya bersifat sementara dan kemudian tubuh akan beradaptasi. Cadangan energi dalam tubuh bisa bertahan antara 24-48 jam, sedangkan puasa hanya 14 jam,” tegasnya. 

Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan proses metabolisme tubuh. Pertama, asupan nutrisi yang cukup pada saat sahur. Pilihlah menu yang mengandung gizi lengkap dan bervariasi, yaitu mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Kedua, untuk mencegah dehidrasi, sebaiknya perbanyak konsumsi cairan. Usahakan minum 3-4 gelas, sayur, dan buah segar yang banyak mengandung air saat sahur. Ketiga, tetap aktif melakukan kegiatan sehari-hari dan berolah raga pada sore hari. Sebab, aktivitas tersebut dapat membantu melepaskan gula darah dari penyimpanan energi sehingga gula darah tidak turun dan badan tetap bugar. 

Untuk menjaga agar tubuh tidak lemas, pegal, dan linu, maka dianjurkan agar mengkonsumsi vitamin B1, B6, dan B12. Sebab, vitamin tersebut dapat memperlancar metabolisme penghasil energi. 

 “Vitamin B1, B6, dan B12 disebut vitamin neurotropic, yaitu vitamin yang akan membantu perbaikan fungsi-fungsi syaraf dan berfungsi sebagai zat pengantar dalam metabolisme tubuh. Ketiga vitamin tersebut tidak dapat diproduksi tubuh, maka harus dipenuhi dari makanan. Padahal proses metabolisme berlangsung setiap hari, sehingga tubuh kita membutuhkan vitamin neurotropic setiap hari,” tambah Hasan. 

Berhubung larut dalam air, vitamin neurotropic tidak akan menumpuk dalam tubuh. Kelebihan vitamin neurotropic akan dibuang melalui urine. Jadi, kita perlu mengkonsumsi vitamin-vitamin B1, B6, dan B12 setiap hari. Selain lewat makanan, kebutuhan terhadap vitamin neurotropic juga dapat dipenuhi Neurobion. 

Neurobion merupakan salah satu produk PT. Merck Tbk, perusahaan farmasi terkemuka di bawah supervisi Merck Jerman. “Neurobion itu bukan obat melainkan vitamin, sehingga aman dikonsumsi dan tanpa efek samping. Ada 2 macam Neurobion, yaitu bentuk tablet putih yang dijual bebas serta Neurobion merah jambu yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter,” jelas dr. Hasan. 

Cukup dengan mengkonsumsi satu butir Neurobion setelah makan, maka kebutuhan vitamin neurotropic akan terpenuhi. Namun jika kesehatan tubuh terganggu, maka untuk mengembalikan vitalitas tubuh, dosisnya dapat ditingkatkan jadi 2 butir sehari setiap pagi dan malam. 

Diakhir perbincangan, dr. Hasan membagikan tips mudik ala Neurobion. Pastikan asupan nutrisi yang baik saat sahur dan berbuka puasa, istirahat yang cukup terutama sebelum perjalanan jauh, dan mengkonsumsi Neurobion secara teratur agar badan tetap sehat dan bersemangat. Neurobion juga bisa menjadi andalan untuk meredakan pegal dan capek. (lee)   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: