Pilih dan Beli PDA Phone

Bila memilih pasangan hidup harus memperhatikan bibit, bebet, dan bobot, hal serupa idealnya juga dilakukan saat memilih dan membeli PDA phone. Setidaknya calon pembeli memperhatikan merek, sistem operasi, dan layanan purna jual.

Terkait merek, membeli PDA phone yang memiliki pangsa pasar besar biasanya akan lebih menguntungkan konsumen. Kelak bila mereka hendak menjualnya, PDA phone bermerek populer lebih mudah dipindahtangankan.

“Sekarang pasar PDA phone nasional didominasi Dopod. Total penjualannya mencapai 60 persen omzet PDA phone di tanah air. Sisanya diperebutkan berbagai merek, di antaranya, O2, Palm, dan HP,” kata Andre Suhardiman, pebisnis PDA phone, dalam talkshow Bincang Seluler di radio JJFM, Jumat (9/11).

Albert Novian, sesama pebisnis PDA phone yang hadir bersama Andre menambahkan, Dopod memasuki pasar Indonesia sekitar Oktober 2005. Ketika itu Dopod menawarkan Dopod 900. Sebulan kemudian diperkenalkan Dopod 838 dan disusul Dopod 818 Pro pada Januari 2006.

“Karena Dopod Asia telah diakusisisi HTC, produsen beragam merek PDA dan PDA phone termasuk Dopod, maka kini yang beredar di Asia adalah HTC. Mereknya saja yang ganti,” jelas Albert.

Andre dan Albert mengungkapkan bahwa persaingan pemasaran PDA phone di Asia sangat ketat. Di internet malahan sempat beredar kabar O2 akan hengkang dari pasar Asia akibat kalah bersaing.

Setelah menentukan merek, calon pembeli perlu mempertimbangkan sistem operasi PDA phone. Secara umum PDA phone yang beredar di sini bersistem operasi Palm dan Pocket PC. Khusus Pocket PC, Windows Mobile 5 dan Windows Mobile 6-lah yang sekarang paling banyak tersedia.

Kriteria terakhir yang wajib diperhatikan calon pembeli, cermati layanan purna jual termasuk harga jual kembali suatu produk. Tinggi rendahnya harga jual kembali, menurut Andre dan Albert, sering ditanyakan oleh calon pembeli yang berkunjung ke gerai mereka. Bahkan, itu menjadi hal pertama yang dilontarkan konsumen. “O2 dan Dopod mempunyai harga jual kembali yang lebih masuk akal dibandingkan merek lain,” ujar Andre. (lee)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: