Distributor Minyak Tanah Khawatirkan Pasokan Energi

Tidak lama lagi, masyarakat Surabaya diminta untuk mengurangi penggunaan minyak tanah dan beralih ke gas elpiji. Ini sesuai dengan program konversi minyak tanah ke gas elpiji yang dicanangkan siang tadi, Senin (26/11) di Lapangan Putro Agung, Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. 

Dalam kegiatan yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo; Wakil Direktur Utama Pertamina, Iin Arifin Takhyan; dan Walikota Surabaya, Bambang DH tersebut,  ditunjukkan pula cara menggunakan kompor gas elpiji dengan tabung seberat 3 kilogram.  

Saat dihubungi, Bambang DH yang beberapa saat lalu sempat menolak rencana konversi tersebut mengatakan bahwa secara keseluruhan, program ini diharap dapat menguntungkan dua pihak, yaitu masyarakat dan pemerintah. Dari sisi masyarakat, pemakaian elpiji dianggap lebih murah dibanding pemakaian minyak tanah. Sedangkan di sisi pemerintah, penggunaan elpiji ini dapat mengurangi beban subsidi pemerintah.

Dengan konversi ini diharapkan pemerintah dapat menghemat anggaran untuk subsidi sebesar Rp 335 miliar pada tahun 2007 dan Rp 23 triliun setiap tahunnya. Sedangkan untuk Jawa Timur diharapkan dapat menghemat subsidi hingga tahun 2010 sebesar Rp 2,468 triliun.  

Selain itu, Bambang berharap agar program tersebut dapat mengenai sasaran, yaitu membantu masyarakat khususnya menengah ke bawah dan UKM sebagai pengguna minyak tanah terbesar. “Mudah-mudahan program ini dapat tepat sasaran, khususnya untuk pengusaha kecil dan mikro. Harus diketahui pula, bagaimana pengaruhnya baik untuk keperluan sehari-hari ataupun untuk berjualan,” tegas Bambang kepada reporter JJFM. 

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kekacauan seperti yang terjadi di Jakarta, Bambang berharap agar terbina koordinasi yang baik antara Pertamina dengan Pemerintah Propinsi Jatim. “Sesuai dengan hasil survei, kekacauan yang terjadi di Jakarta ternyata tidak didukung oleh distribusi. Itu sebabnya, saya harap Pertamina memperhatikan ini terutama untuk kebutuhan sektor mikro,” tambahnya. 

Kekhawatiran ini juga dirasakan para distributor minyak tanah. Usman Jafar, salah seorang distributor minyak tanah yang hadir dalam pencanangan tersebut mengaku khawatir jika nantinya terjadi gangguan dalam proses distribusi. “Secara umum, kami mendukung program pemerintah ini, tapi khawatir kalau nanti terjadi kelangkaan elpiji seperti yang terjadi beberapa saat lalu ketika tabung elpiji 15 kilogram sudah ditemui di pasar,” paparnya. 

Jika kelangkaan ini benar-benar terjadi, maka masyarakat yang sudah menggunakan elpiji nantinya akan kembali menggunakan minyak tanah. Sedangkan penggunaan minyak tanah saat ini sedang dibatasi. Kalau ini terjadi, maka akan terlihat antrian masyarakat, dan bahkan kenaikan harga elpiji. “Akhirnya masyarakat sendiri yang bingung dan mengurangi konsumsi energinya. Kalau sudah begini, maka kami juga yang rugi,” katanya. Untuk itu, Usman berharap agar Pemerintah dan Pertamina serius menangani program ini agar nantinya tidak membebani masyarakat. (noe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: