Indonesia Bersiap Menggunakan Energi Nuklir

Pemerintah akan merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria, Jawa Tengah pada 2016. Keseriusan ini sekaligus menjawab kekhawatiran sejumlah LSM dan masyarakat yang sempat menolak pembangunan pembangkit yang merupakan solusi dari krisis energi di Indonesia. 

Seperti diketahui bahwa sejumlah aktivis lingkungan hidup menentang pembangunan PLTN karena dianggap membahayakan lingkungan dan keselamatan manusia. Zat radioaktif yang terkandung dalam nuklir diperkirakan tidak dapat hilang hingga ratusan tahun. Padahal zat tersebut dapat merusak genetik manusia, misalnya membuat ibu hamil melahirkan anak cacat.  

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Menurut Prof. DR. Ir. Kurnia Firdausy, Deputi Bidang Dinamika Masyarakat Departemen Riset dan Teknologi, anggapan ini muncul karena selama ini muncul image nuklir sebagai senjata berbahaya. Padahal, jika dikembangkan dengan benar, nuklir juga bisa bermanfaat untuk manusia. Ia mencontohkan kendaraan bermotor yang memiliki daya lebih besar daripada sepeda angin, maka resiko kecelakaannya juga lebih besar. “Kalau tidak berani menanggung resiko maka tidak akan bisa maju,” tegas Kurnia saat menjadi narasumber talkshow promo di radio JJFM, Kamis (29/11). Seperti yang dialami Jepang. Pada 1942, Jepang pernah menjadi korban bom atom, dan sekarang Jepang justru menjadi pengguna energi nuklir.  

Memang, energi nuklir seringkali digunakan sebagai pengganti energi listrik, seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik bagi industri dan rumah tangga. Sebagai negara yang sedang mengalami krisis energi, Indonesia membutuhkan sumber energi lain. Selama ini, sumber pembangkit listrik Indonesia sangat tergantung pada minyak dan gas alam. Sementara itu, tenaga nuklir yang menggunakan bahan bakar uranium ini mampu menghasilkan daya yang banyak dan sudah menjadi sumber listrik utama di negara-negara maju. 

Ditambahkan Kurnia, selain menghasilkan daya yang banyak, energi nuklir juga dikenal bersih lingkungan, tidak menghasilkan efek rumah kaca, dan harganya stabil. “Lihat saja di Perancis. Hampir 78 persen pembangkit listrik disana bertenaga nuklir. Tarif listriknya juga paling stabil di Eropa,” tambahnya. Keadaan ini berbeda dengan energi listrik yang saat ini kita gunakan. Energi listrik yang menggunakan sumber daya fosil itu memiliki kelemahan, yaitu tidak ramah lingkungan dan harganya yang tidak stabil. Hingga saat ini tercatat ada 442 PLTN yang berdiri di 32 negara dan berhasil mengurangi 3 juta emisi per tahun. Energi nuklir juga biasa disebut green energy karena tidak mengandung CO2. 

Agus Mustofa, dari harian pagi Jawa Pos yang juga bertindak sebagai narasumber mengatakan bahwa pembangunan PLTN harus dilakukan dengan skenario yang tepat karena membutuhkan waktu cukup lama. “Jangan sampai bangsa kita tercekik karena krisis energi, apalagi selama ini Indonesia dikenal sebagai pengimpor energi. Perlu diketahui, gara-gara kenaikan harga minyak mentah dunia, kita kehilangan devisa hingga Rp 40 triliun,” jelas Agus yang pernah mempelajari ilmu nuklir di UGM. 

Ditambahkan bahwa nuklir merupakan energi yang paling cocok diterapkan di Indonesia. Selain memiliki sejarah yang panjang dan telah diterapkan di banyak negara, nuklir juga bisa menyediakan energi dalam jumlah besar. “Nuklir itu tidak mahal, yang mahal hanya pada saat pembangunan fasilitas karena terkait dengan keamanan. Dari segi social cost, energi nuklir lebih menguntungkan dibanding energi fosil,” kata Agus. Dari segi biaya, energi nuklir hanya 0,4 Euro/Kwh. Sedangkan energi batu bara membutuhkan 4-7 sen Euro/Kwh dan gas membutuhkan 1-2 sen Euro/Kwh. “Memang, energi nuklir masih lebih mahal dibandingkan energi bayu yang hanya 0,1-0,2 Euro/Kwh, tapi energi bayu hanya bisa menghasilkan energi dalam jumlah kecil,” katanya. 

Saat ditanya tentang pengolahan limbah nuklir, Kurnia menegaskan bahwa nantinya limbah akan dimasukkan ke dalam drum khusus yang kuat, kemudian ditanam di daerah terpencil, sehingga keamanannya terjamin. Sedangkan kesiapan untuk SDM Indonesia, diakui Agus bahwa itu bukan perkara mudah. “Kalau kita terus memandang rendah SDM, maka kita tidak akan pernah maju. Kita harus berani memberi kepercayaan pada SDM kita meski tetap dalam pengawasan,” ujarnya optimis. (lee)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: