Operasi Intralasik, Kembalikan Fungsi Penglihatan Dalam 15 Menit

Ingin tampil mempesona tanpa kacamata atau lensa kontak?. Lasik atau operasi laser mata adalah solusi yang tepat untuk mewujudkannya. “Hanya dalam waktu 15 menit, maka penglihatan akan kembali normal tanpa menggunakan kacamata dan lensa kontak,” kata dr. Tah Kheng Soon, pakar lasik dari Penang Adventist Hospital Malaysia dalam talkshow promo di radio JJFM, Senin (3/12). 

Lalu, kemana kita bisa menjalankan operasi lasik yang aman dan cepat?. Penang Adventist Hospital merupakan salah satu rumah sakit terkemuka di Malaysia yang telah menerapkan teknologi intralasik sebagai teknologi lanjutan dari operasi lasik. “Bedanya, teknik operasi lasik konvensional dilakukan dengan menyayat selaput mata, kemudian mengoreksinya dengan sinar laser. Apabila pemotongannya terlalu tebal atau terlalu tipis, maka dapat mengakibatkan cacat mata. Berbeda dengan teknologi intralasik yang pemotongan dilakukan tanpa menggunakan pisau sama sekali. Dalam proses ini, koreksi penglihatan sepenuhnya menggunakan sinar laser sehingga hasilnya lebih bagus dan kesalahan dapat diminimalisir,” jelas dr. Tah. 

Sebelum menjalani operasi intralasik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pasien. Yaitu, usia minimum 21 tahun, tidak menderita katarak, minus pada mata tidak lebih dari 12 atau plus pada mata tidak lebih dari 6, kondisi mata stabil selama 1 tahun terakhir. Pasien juga diwajibkan menjalani scan mata untuk mengetahui ukuran mata yang tepat. Hal ini sangat penting, karena setiap orang punya ukuran dan karakteristik mata yang berbeda, sehingga cara pengobatannya juga beda. 

Selain aman, teknologi intralasik juga lebih hemat waktu, yaitu hanya 15 menit. Sedangkan proses intralasik hanya berlangsung selama beberapa detik, setelah itu pasien dapat langsung pulang dan istirahat dengan mata tertutup selama 4 jam. “Tidak perlu khawatir, karena selama operasi, pasien dibius lokal sehingga tidak merasakan sakit,” jamin Ronnie Khoo, Marketing Executive Penang Adventist Hospital Malaysia. Selain itu, menurutnya, pasien tidak perlu khawatir bayar mahal, karena tariff yang dikenakan hanya 3.000 ringgit atau sekitar Rp. 8,1 juta untuk satu mata. “Ini adalah tarif termurah di Asia,” tambahnya. 

Terkait dengan murahnya biaya yang dikenakan jika dibandingkan dengan teknologi dan dokter ahli yang dimiliki, dengan logat Malaysia yang kental, Ronnie menjelaskan, “Penang Adventist Hospital berada di bawah Adventist Network yang bertaraf internasional. Lagipula, tempat kami lebih berorientasi pada sosial dan tidak sekedar mencari keuntungan. Sebagian besar pendapatan, kami gunakan untuk pengembangan peralatan danteknologi kesehatan terbaru”. 

Penang Adventist Hospital sendiri merupakan rumah sakit yang telah memenuhi standar pemerintah Malaysia dalam hal perawatan, dan saat ini sedang dalam proses akreditasi Joint Commision International (JCI). Artinya, rumah sakit yang berdiri sejak tahun 1924 dan berlokasi di Penang, Malaysia ini akan menjadi rumah sakit pertama di Malaysia yang mendapatkan akreditasi JCI. Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi www.pah.com.my atau humas@pah.com.my. Alamat Penang Adventist Hospital : 465, Jalan Burma, 10350 Penang, Malaysia. Telp (604) 222 7792 – 93. (lee) 

penang-1.jpg

 Keterangan Foto : Ronnie Khoo (berdiri), dr. Tah Kheng Soon (duduk kanan),
Janni M. Utomo (duduk kiri).      

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: