Tahun Baru, Surabaya Ditinggalkan Penjual Terompet

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa kawasan di Jawa Timur dan Jawa Tengah berdampak terhadap berkurangnya penjual terompet di Surabaya. Pasalnya, sebagian besar pedagang terompet yang memenuhi jalan protokol di Surabaya mayoritas berasal dari Wonogiri, Solo dan beberapa daerah di Jawa Timur. 

“Banyak yang rumahnya kena banjir dan longsor, jadinya ndak bisa ikut jualan disini  (Surabaya,red),” kata Sukiran, salah seorang penjual terompet asal Wonogiri, Solo kepada reporter JJFM, Jumat (28/12). Menurut pria yang suda berjualan terompet di Surabaya sejak 1978 itu, setiap menjelang tahun baru, banyak kerabat dan keluarganya yang ikut mengadu nasib ke Surabaya dengan berjualan terompet. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan orang. Tapi, khusus untuk tahun ini, kerabat yang dibawa tidak mencapai 20 orang.  

Selain bencana alam yang melanda daerahnya, kebijakan Pemkot Surabaya juga menjadi pemicu berkurangnya pedagang terompet di Surabaya. Sebelumnya, Pemkot Surabaya melarang para pedagang berjualan di sepanjang jalan protokol. Akibatnya, banyak pedagang yang memilih berjualan di pinggiran kota Surabaya, seperti kawasan Perak, Kapas Krampung. Padahal, menurut pedagang, sejak pindah ke pinggiran Surabaya, omzet penjualannya turun hingga 50 persen. 

“Ya terpaksa, daripada nanti kena obrak Pol PP (Dinas Polisi Pamong Praja, red), mendingan jualan disini,” tandas Sutrisno, pedagang terompet yang ditemui di kawasan Kapas Krampung Surabaya. Memang, menurut pengamatan reporter JJFM, hingga H-4 hanya ditemui 1-5 penjual terompet di sepanjang jalan protokol di Surabaya. Pemandangan ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana sejak H-7, sepanjang jalan protocol di Surabaya sudah dibanjiri pedagang terompet. 

Meski penjualannya menurun, namun mereka tidak menaikkan harga. Seperti tahun sebelumnya, harga terompet yang dijual yaitu Rp 3.000-10.000. Hanya saja, jumlah terompet yang diproduksi berkurang. Jika sebelumnya, mereka membuat 1.000 unit terompet, khusus tahun ini, mereka hanya membuat 700 unit terompet. (noe) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: