Pantau Malnutrisi dengan Timbang Badan

Penderita penyakit ginjal kronik biasanya akan mengalami malnutrisi. Nutrisi yang masuk di bawah normal alias tidak proporsional. Hal itu terjadi karena nafsu makan penderita penyakit ginjal kronik berkurang. Padahal, di saat bersamaan, pembongkaran sel tetap berlangsung.            

“Ujung-ujungnya pembongkaran di dalam tubuh lebih besar daripada pembangunan yang terjadi. Akhirnya metabolisme berjalan tak seimbang dan terjadilah malnutrisi,” kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (6/12).           

Malnutrisi bisa dipantau dengan cara menimbang berat badan penderita. Namun, cara ini tidak sepenuhnya efektif. Terutama bila telah terjadi penumpukan air dalam tubuh sehingga berat badan yang terukur adalah berat badan semu.            

“Bila kondisinya sudah seperti itu, langkah terbaik adalah melihat catatan perubahan berat badan selama enam bulan terakhir. Mulai dari sebelum penumpukan air hingga berat badan terkini dibandingkan,” jelas dr Djoko.            

Cara lain dengan mengamati kapasitas aktivitas penderita. Kalau penderita masih dapat beraktivitas seperti biasa, berarti malnutrisi masih pada tahap ringan. Semakin berkurang aktivitasnya, semakin berat malnutrisi yang terjadi. Pada tahap terberat, penderita hampir tidak bisa duduk. (lee)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: