Manajer Tidak Harus Ditunjuk oleh Pimpinan Tertinggi

Idealnya, seorang manajer harus memiliki kemampuan intelektual lebih dibanding karyawan yang secara struktural berada di bawahnya. Namun, kenyataannya banyak manajer yang kemampuannya setara atau bahkan dibawah karyawan lainnya.

Fenomena inilah yang banyak ditemui Johnny Rusdianto, Direktur Q Spirit Management Training and Consultant di berbagai perusahaan. “Kalau ini terjadi, maka harus dilihat dulu, yang bermasalah itu hanya satu orang atau semua manajer. Kalau semua atau sebagian besar manajer, maka kesalahan ada pada direktur karena tidak tepat dalam menempatkan orang,” tegas Johnny saat menjadi narasumber di Hello Good Morning radio JJFM, Senin (7/1).

Menurutnya, seorang manajer tidak harus ditunjuk oleh top management, melainkan orang-orang yang memiliki kapabilitas strategis di setiap jabatan. Misalnya, di bidang teknik. Orang-orang kunci atau teknisi yang memiliki kemampuan di bidang teknik dapat menginspirasi para eksekutif di top management untuk mengambil keputusan.

Seringkali dalam mengisi suatu jabatan yang kosong, perusahaan lebih senang mengadakan rekrutmen atau seleksi tenaga kerja baru. Padahal, perusahaan juga dapat melakukan placement atau menempatkan karyawan lama yang dianggap kompeten pada jabatan tertentu. “Jangan lupa untuk selalu menerapkan prinsip manajemen yang paling dasar, yaitu the right man in the right place,” tambahnya.

Untuk dapat menempatkan orang pada posisi yang tepat, maka dibutuhkan masukan dari beberapa orang. “Di perusahaan go public saja, penunjukan jabatan manajer ditentukan melalui rapat pemegang saham,” kata Johnny. Disarankan agar dalam memilih seorang manajer, jangan terjebak dengan mutu maupun gelar akademis, tapi lihat dari sisi kompetensi. Dalam dunia bisnis, ukuran utama kompetensi adalah kemampuan, ketrampilan, pengetahuan, dan perilaku. Keempat hal inilah yang jadi patokan untuk menilai kelayakan seseorang dalam mengisi suatu jabatan.

Seorang manajer yang baik juga harus bisa menyusun job specification, job description, dan job competition, sekaligus memperbaruinya. Hal ini sangat penting, terutama untuk menyusun peta persaingan. (lee)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: