Pengusaha Roti Bersiap Pindah Profesi

Kenaikan harga tepung yang terjadi akhir-akhir ini mengancam nasib industri roti rumah tangga. Bahkan ada diantara mereka yang berancang-ancang untuk pindah profesi untuk menghindari kerugian. Seperti dialami Arifin, salah satu pengusaha roti industri rumah tangga di Sidoajo. Menurut wanita yang memiliki 5 orang karyawan itu, sejak kenaikan harga tepung, omzet penjualannya turun hingga 50 persen.

“Agar bisa bertahan, terpaksa harganya saya naikkan. Resikonya ya seperti ini, omzet penjualan untuk bulan ini turun sampai 50 persen,” keluhnya kepada reporter JJFM, Rabu (23/1). Keadaan ini memang sudah diprediksi sebelumnya, karena kenaikan harga yang terjadi saat ini tidak diimbangi dengan kenaikan gaji, sehingga berdampak terhadap daya beli masyarakat.

“Boleh saja harga kebutuhan pokok naik terus, tapi kalau tidak diimbangi dengan kenaikan gaji pastinya daya beli masyarakat juga turun. Mereka pasti lebih memprioritaskan untuk beli bahan pokok lain daripada beli roti,” tambahnya. Untuk itu, agar dapat bertahan dan menghidup 5 karyawannya, Arifin berencana untuk pindah profesi. Saat ini dia sedang berusaha mencari ketrampilan lain yang tidak membutuhkan banyak modal dan dapat mengoptimalkan tenaga kerja yang dimiliki. (lee)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: