Perbankan Nasional Belum Tangkap Sektor High Risk

Abdul Mongid, pemerhati perbankan menyesalkan sikap perbankan nasional yang belum menggandeng sektor yang dianggap resiko besar (high risk), seperti perkebunan dan perkapalan. Padahal, jika dikelola dengan baik, kedua sector tersebut memiliki potensi yang besar. Buktinya, saat ini banyak lembaga penelitian asing mulai melirik sektor yang dianggap beresiko besar.

“Masalahnya sebetulnya ada pada kesiapan SDM kita. Selama kita tidak memiliki SDM yang berani mengungkap potensi yang ada pada sektor tersebut, berarti kita membuka peluang pasar asing untuk merebutnya,” tegas Abdul Mongid kepada reporter JJFM, Jumat (8/2).

Ini bisa dilihat dari banyaknya lembaga penelitian asing yang melakukan penelitian di Indonesia. Ini bisa menjadi boomerang karena kehadiran mereka didanai oleh bank asing. Abdul Mongid justru melihat bahwa sektor yang dianggap beresiko besar itu sebenarnya berpotensi besar untuk dikembangkan. Asalkan didukung dengan pendanaan dari perbankan nasional.

“Keberadaan sektor high risk sebenarnya dapat memberikan kontribusi terhadap UMKM yang berdampak dalam penyaluran kredit. Dan ini seharusnya menjadi pemicu bagi perbankan nasional untuk menyiapkan SDM yang handal,” tandasnya. (noe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: