Coca Cola Zero untuk Yang Diet

Selama ini masyarakat berpandangan bahwa idealnya setiap orang mengonsumsi dua liter air putih per hari. Paradigma baru minum bukan seperti itu. Seperti apa?

“Prinsipnya yang dibutuhkan tubuh adalah cairan. Nah, cairan itu tidak harus air putih. Banyak minuman non-air putih yang baik untuk kesehatan. Misalnya, jus dan susu. Buah dan sayur mayur juga mengandung 90 persen air,” kata Trias Mahmudiono SKM MPH, ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Unair, dalam talkshow Solusi Sehat edisi khusus di radio JJFM.

Ia menjelaskan bahwa 60 persen tubuh manusia terdiri atas air. Air sangat penting bagi manusia karena dapat memperlancar proses metabolisme. Mengomentari banyaknya produk berkadar gula yang laris di pasaran, Trias berpendapat hal tersebut wajar. Sebab, manusia memang lebih menyukai minuman yang berasa manis. “Yang penting kadar gulanya tidak berlebihan. Sesuaikan dengan jenis kelamin, usia, dan aktivitas,” ingatnya.

Terkait kadar gula yang seyogianya tidak berlebihan itu, Retno M. Kusdijanto, Public Relation Manager East Java PT Cola Cola Distribution Indonesia, turut berkomentar. Menurutnya, setiap satu gram gula hanya mengandung empat kalori. Sedangkan di dalam setiap gram lemak terdapat sembilan kalori.

“Artinya, lemaklah yang menyebabkan obesitas. Gula tak menyebabkan obesitas karena kalori yang terkandung jauh di bawah lemak. Tentunya tingkat konsumsi harus dilakukan dalam batas yang wajar. Bila paradigma lama minum dua liter air putih sehari, kini dengan banyaknya pilihan, minum tidak harus air putih lagi. Paradigma baru lebih nikmat dan praktis,” papar Retno.

Untuk memenuhi selera masyarakat yang beragam, lanjutnya, Coca Cola mengeluarkan berbagai produk. Mulai minuman berkarbonasi seperti Coke, teh dalam kemasan Frestea, dan sport drink berelektrolit untuk para olahragawan Powerade.

Sementara itu, bagi individu yang menjalani diet dihadirkan Coca Cola Zero dan Diet Coke yang tidak mengandung gula. Retno menyatakan bahwa semua produk Coca Cola bebas bahan pengawet. Bahan pembuatnya terdiri atas air, gula, soda, dan perasa karamel. Dengan begitu, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan, produk Coca Cola takkan menimbulkan sakit tenggorokan.

“Selama konsumsinya masih dalam batas wajar, takkan ada masalah. Kalau minum Powerade empat kardus seminggu, misalnya, itu sudah kelewatan,” kata Retno seraya tertawa. Informasi lebih lengkap tentang produk Coca Cola dapat dibaca di http://www.coca-colabottling.co.id. (lee)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: