Belanja Cerdas dengan Kartu Kredit

Bila digunakan secara tepat, kartu kredit bisa membantu penggunanya dalam melakukan pengaturan keuangan. Hal ini sesuai dengan fungsi kartu kredit yang merupakan alat bantu pembayaran, bukan sarana berhutang. Demikian beberapa poin yang disampaikan Rudi Hermawan, Financial Planner DVS Consulting, dalam talkshow Panduan Konsumen di radio JJFM, Kamis (13/3).

“Gunakan kartu kredit sesuai dengan kebutuhan. Bayarlah tagihan tepat waktu agar tak terkena bunga. Itulah cara berbelanja dengan cerdas. Anda bisa membayar belakangan tanpa terkena bunga,” kata Rudi. Bila cara tersebut dilakukan, berapa pun kartu kredit yang dimiliki takkan menimbulkan masalah. Prinsipnya, kartu kredit dipakai untuk mempermudah pembayaran, bukan karena tidak memiliki uang.

Kesalahan yang umum dilakukan, lanjutnya, seseorang menggunakan kartu kredit karena uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli barang yang diinginkan. Parahnya, yang diinginkan itu adalah barang konsumtif. Kondisi tersebut membuat fungsi kartu kredit melenceng.

Rudi tak melarang bila ada seseorang yang menggunakan kartu kredit sebagai bagian dari gaya hidup. Namun, jumlah kartu yang dipakai sebaiknya hanya satu buah. Plafon atau limit kartu kredit juga wajib disesuaikan dengan kebutuhan. “Jangan hanya melihat tingkat suku bunga dan iuran tahunannya. Perhatikan pula biaya keterlambatan, meterai, transfer, dan biaya tambahan lain,” ingatnya.

Ia menyarankan pengguna maupun calon pengguna kartu kredit menggali informasi tentang fasilitas tambahan yang diberikan penerbit kartu kredit. Seseorang yang sering menjamu rekan bisnis lebih tepat memilih kartu kredit yang menawarkan potongan harga di banyak restoran. Sementara seseorang yang gemar bepergian lebih bijak memilih kartu kredit yang memberikan harga khusus untuk hotel dan biro perjalanan.

Bagaimana kalau terlanjur terbelit hutang kartu kredit? Gunakan aset yang dimiliki untuk segera melunasi tagihan. Alternatif lain mengangsur tagihan sampai lunas. Namun, jangan sekali-kali membuka kartu kredit baru untuk menutup tagihan kartu kredit lama.

Hal yang juga tak disarankan Rudi adalah menarik uang tunai memakai kartu kredit. Alasannya, selain langsung terkena bunga hingga empat persen, pemilik kartu kredit akan terkena bunga lagi saat jatuh tempo. “Jadi, menarik uang tunai menggunakan kartu kredit sebaiknya dilakukan untuk keperluan yang sangat mendesak saja. Misalnya, ada anggota keluarga yang mendadak sakit sementara dana tunai tidak mencukupi,” papar Rudi yang mengaku tidak memiliki kartu kredit itu.

Ditegaskannya, tiga prinsip pemakaian kartu kredit adalah pergunakan sesuai kemampuan, bayar tepat waktu, dan hubungi mediator kalau terjadi masalah. Mediator merupakan pihak yang menghubungkan pemegang kartu kredit dengan bank. Salah satu mediator yang ada di Surabaya adalah Lembaga Advokasi Perbankan Nasional.

“Benar. Lembaga kami bertekad membantu masyarakat secara cuma-cuma,” sahut Kasiyan, pengawas Lembaga Advokasi Perbankan Nasional. Ia menyoroti profesionalisme pekerja perbankan, terutama debt collector, yang sangat rendah. Selain tidak profesional dalam menagih piutang, penguasaan produk mereka sangat rendah.

Menurutnya, sudah saatnya bank-bank merekrut tenaga kerja yang lebih berkualitas berkualitas. Mereka wajib menguasai produk bank bersangkutan dengan baik. Debt collector pun mutlak mampu berkomunikasi dengan baik serta menguasai cara penagihan yang beretika.

“Bukannya saya menggembosi debt collector, kenyataannya mereka memang harus dididik agar masyarakat tidak dirugikan,” tegas Kasiyan yang bisa ditemui di Lembaga Advokasi Perbankan Nasional, Jl Basuki Rahmat 147, Surabaya. (lee)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: