Bertahan 40 Tahun, Ubaya Berpameran dan Open House

Memperingati dies natalis ke-40, Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar pameran di Atrium Plaza Tunjungan III. Dalam pameran yang berlangsung pada 4-6 April itu pengunjung dapat melihat pencapaian Ubaya selama 40 tahun. Karya-karya mahasiswa dan dosen bisa disaksikan di sana.

Ada pula konsultasi hukum, hak asasi manusia, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan usaha kecil menengah secara gratis. Selain itu dihadirkan demo beladiri, tari, dan band dengan bintang tamu D’Cinnamons,” kata Siti Rahayu SE MM, ketua panitia open house Ubaya dalam talkshow promo di radio JJFM, Rabu (2/4).

Masyarakat yang ingin melihat-lihat kampus Ubaya dipersilakan menghadiri open house di kampus II Ubaya, Jl Raya Kalirungkut Surabaya pada 4-5 April pukul 09.00-15.00. Selain mengamati langsung beragam fasilitas yang tersedia, masyarakat bebas mengikuti seminar dan simulasi. Ubaya juga mengadakan pengenalan jurusan untuk para siswa SMU.

Agenda acara lainnya berupa Lepas Pandang untuk alumni Ubaya yang digelar di Grand Ballroom Sheraton Hotel and Towers, Surabaya, pada 4 April mulai pukul 17.30. Keesokan harinya dilaksanakan wisuda bagi para lulusan.

Memilih tema 40 Years of Excellence, Dedicate to be a World Class University, pada peringatan dies natalis tahun ini Ubaya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini telah mendukung mereka. “Tanpa rahmat Tuhan dan kepercayaan masyarakat, Ubaya tak mungkin bisa bertahan sampai sekarang,” kata Wakil Rektor II Ubaya Drs A. Adji Prayitno S. MS Apt dalam talkshow promo di radio JJFM, Rabu (2/4

Rektor Ubaya Prof Drs ec Wibisono Hardjopranoto MS mengungkapkan, perjalanan Ubaya selama 40 tahun sangat luar biasa. Berdarah-darah dan nyaris mati. Pada 1974 Ubaya mengalami masa yang sangat berat. Benar-benar tidak mempunyai apa-apa. Tanpa dosen, tanpa uang. “Yang kami miliki hanyalah semangat hidup. Satu hal yang saat itu menjadi pegangan kami adalah ucapan rektor pertama Ubaya Prof Mr R. Boedisoesetya: terbanglah dengan sayap sendiri,” ungkapnya

Sesuai dengan visinya, menjadi the first university in heart and mind, Ubaya selalu berusaha dekat dengan lingkungan sekitar dan masyarakat. Bukti nyata pengabdian Ubaya kepada masyarakat dapat dilihat dari berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan. Warga Trawas di sekitar kampus III Ubaya, misalnya, telah merasakan manfaat pemberdayaan salak pondoh yang dikembangkan Ubaya sampai-sampai salak itu disebut “salak Ubaya”. (lee)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: