Beli di Luar, Buka Dulu Kemasannya

Biarpun berharga mahal dan ditawarkan di gerai terkemuka, membeli barang bermerek (branded) bukan berarti lebih mudah. Konsumen tetap tak bisa asal ambil dan bayar. Salah memilih, bisa-bisa produk berkualitas kurang bagus yang bakal diperoleh.

Pembelian yang benar, menurut Tessa Swasteddy, pengusaha dan pengamat barang-barang bermerek, idealnya memperhatikan beberapa hal. Di antaranya, negara pembuatan, keaslian, lokasi penjual, media pengiriman, dan cara perawatan.

Sebelum memutuskan membeli barang bermerek, Tessa mengaku selalu mencari tahu di negara mana suatu barang dibuat. Ia takkan membeli barang buatan China, kendati dipajang di gerai terkemuka. “Kalau produk China, saya lebih suka menunggu sale,” ujarnya dalam talkshow Panduan Konsumen di radio JJFM, Rabu (9/4).

Alasannya, kualitas produk China kalah bagus dibandingkan produk buatan Kamboja, Vietnam, dan Maroko. Kaus turtle neck buatan China, contohnya, bagian lehernya relatif lebih mudah molor dibandingkan kaus serupa buatan negara lain.

Terkait keaslian, tas bermerek asli lebih mudah dikenali karena selalu dilengkapi dengan sertifikat. Diungkapkannya, ada beberapa gerai penjual tas bermerk di Surabaya yang tidak memberikan sertifikat. Namun, mereka menggantinya dengan invoice yang bermanfaat saat konsumen hendak menjual kembali tas itu. Invoice tersebut juga dapat digunakan sebagai bukti ketika konsumen akan memperbaiki tas yang rusak atau kotor. “Jangka waktu garansi yang diberikan cukup lama,” kata Tessa tanpa menyebut angka pasti.

Ia mengingatkan, bila barang bermerek itu dibeli berada di luar negeri, ada hal tertentu yang harus diperhatikan. Ketika membawanya pulang ke Indonesia, setiap orang akan dihadapkan pada regulasi bea cukai Indonesia. Membuka kemasan barang merek adalah salah satu tip sederhana yang dapat dilakukan agar tak terkena bea masuk tinggi. “Kalau kemasan tidak dibuka, petugas mengira Anda membawa barang bermerek untuk dijual lagi. Maka, Anda akan dikenakan pajak yang tinggi,” paparnya.

Sementara itu, bila pembelian dilakukan lewat internet, sebaiknya kita tidak terlalu berharap barang yang diterima akan sama persis denga fotonya. Kadang ada perbedaan antara foto dan wujud asli barang. “Sebaiknya Anda juga mencari informasi mengenai kurir yang digunakan. Ketahui kebijakan yang berlaku bila terjadi kerusakan atau kehilangan selama pengiriman,” saran Tessa.

Setelah barang bermerek resmi menjadi “penghuni” rumah, ia menyarankan barang itu rutin dirawat supaya tak cepat rusak. Barang-barang yang terbuat dari kulit, misalnya, harus dijemur seminggu sekali agar tidak berjamur. Untuk membersihkan, gunakan lap dan pembersih khusus untuk kulit.

Menurut Tessa, alasan utama sebagian orang memilih barang bermerek karena kualitas barang tersebut memang lebih baik. Harga barang bermerek tidak murah, tetapi lebih tahan lama. Meski demikian ia tak memungkiri bila ada orang yang memakai barang bermerek demi mengejar gengsi. (lee)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: